Ini cerita lama yang sedikit terlupakan. Cerita dimulai dari kisah seorang gembala kambing yang bernama Tejo. Di adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu. Dia bekerja menggembala kambing pada salah seorang kaya dikampungnya. Kambing yang ia gembalakan sebanyak 15 ekor berjenis kambing Australia.Setiap hari Tejo membawa kambing gembalanya ke padang rumput atau ke tempat yang tersedia rumput untuk kambing gembalanya. Disela sela kambing gembalanya memakai rumput yang hijau dan segar, Tejo mencari rumput untuk makanan kambing gembalanya dimalam hari. Hal itu dilakukan setiap hari oleh Tejo. Tejo memang kurang berkesempatan untuk sekolah, dia keluar saat memasuki kelas 5 SD, dengan alasan harus bekerja membantu orang tua, setelah bapak Tejo meninggal. Tapi walaupun tamatan kelas 5 SD, Tejo bisa membaca dan berhitung. Pada suatu hari tibalah musim kemarau panjang dikampungnya dan daerah sekitarnya. Ketika memasuki awal awal musim kemarau, Tejo berusaha mencari rumput sebanyak banyaknya untuk persediaan makanan bagi kambing gembalanya. Dalam hati Tejo berkata “aman sekarang saya sudah mempunyai rumput musim kemarau ini”. Setiap hari Tejo mencari rumput disela sela mengawasi kambing gembalanya saat digembalakan. Juragan Tejo senang melihat kambing gembala Tejo gemuk dan bersih. Akhirnya tibalah musim kemarau, musim kemarau ini tampaknya lebih panjang dari musim kemarau sebelumnya. Sehingga persediaan makanan untuk kambing gembala Tejo sudah mulai habis. Suatu ketika Tejo tidak berangkat menggembalakan kambing. Lalu ditanya oleh ibunya “Tejo kenapa kamu tidak menggembalakan kambing kambing juragan”. Tejo lama terdiam dan lalu menjawab “tidak bu?”. Lalu si ibu bertanya lagi “apakah kamu sakit?”. Tejo menjawab “tidak bu”. Lalu si ibu bertanya lagi “lalu kenapa”. Tejo menjawab “susah mencari rumput bu, lagi kering semua”.Ibu menjawab “ya sudah kalau begitu, sana makan dulu”. Kemudian Tejo pergi makan. Setelah makan Tejo duduk didipan depan rumah. Nampaknya dia sedang berfikir dengan keadaan yang dia hadapi. Tejo takut bila kambing gembalanya kurus dan mati karena kelaparan. Dan dia takut bila juragan pemilik kambing tersebut marah kepadanya. Ditengah Tejo berfikir tiba tiba dia melihat secarik kertas warna hijau yang sedang terbang kearahnya. Nampaknya kertas itu adalah bekas pembungkus kado. Setelah dia ambil dan diamati kertas tersebut ternyata tembus pandang. Dari secari kertas itu akhirnya Tejo ingat pesan dari gurunya pada waktu dia sekolah. Pesan yang dia ingat adalah “bahwa manusia itu diberikan akan dan fikiran” dari kalimat itu Tejo memahami 2 hal yaitu akal untuk mengakali sesuatu dan fikiran untuk memikirkan sesuatu. Tejo menyimpan kertas tersebut dan dia masuk lagi kedapam rumahnya. Dihari berikutnya Tejo kembali melakukan aktifitasnya yaitu menggembalakan kambing. Akan tetapi Tejo sedih, karena kambing gembalanya tidak mau makan rumput yang ada. Akhirnya Tejo pulang dengan murung. Lama kelamaan apa yang dikawatirkan Tejo terjadi. Yaitu kambingnya kurus, dia takut dimarahi oleh juragannya. Dia mulai sibuk memikirkan bagaimana mendapatkan rumput yang hijau untuk kambingnya. Semua kambingnya tidak mau memakan rumput kering yang dia berikan. Bahkan ada beberapa kambing yang sudah mati karena kelaparan. Alhasil, Tejo bingung dan menangis, dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan terhadap kambingnya. Mau dikembalikan ke juragnnya, nanti dia kerja apa, mau diterusin takut juragannya marah. Lama dia berfikir, lalu dia teringat dengan kertas yang dia temukan. Lalu Tejo memandangi kertas tersebut. Dan ….Tejo mengambil batang bambu lalu dibentuk lingkaran, ternyata dia coba membuat kacamata……Tejo bukan membuat kacamata untuk dirinya akan tetapi ternyata Tejo buat kacamata untuk kambingnya. Dia berfikiran kalau kambingnya dipasang kacamata hijau, si kambing akan melihat semuanya jadi hijau. Begitu pula dengan rumput yang Tejo berikan akan berubah jadi hijau dimata kambing yang dipasang kacamata tersebut. Dan akhirnya….jreennng…kacamata jadi lalu dipasangkan pada salah satu kambing. Dan ternyata…kambing yang tadinya tidak mau memakan rumput kering yang dia berikan, sekarang melahap semua rumput kering yang Tejo berikan.Tejo senang sekali kambingnya bisa makan lagi meskipun kambingnya dia akali dengan kacamata warna hijau. Dalam mata kambing, rumput tersebut hijau dan segar karena kambing diberikan kacamata warna hijau. Tapi bagi kambing yang tidak menggunakan kacamata hijau, tetap saja rumput tersebut kering dan layu.
Alhasil kambing gembalaan Tejo tetap gemuk gemuk meskipun ditengah musim kemarau panjang, dan meskipun makan dengan rumput kering



