silakan pilihBudaya yang kurang mendidik

Belakangan ini banyak sekali perusahaan yang akan melakukan GO PUBLIC. Bahkan dengan segala macam cara untuk bisa mencapai hal itu. Ini sama dengan beberapa tahun lalu dimana semua perusahaa n berlomba melakukan export berbagai produk ke luar negeri. Memang dari segi financial sangant menguntungkan, tetapi apakah hal ini menguntungkan bagi bangsa kita, menguntungkan bagi rakyat kita. Belum tentu, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pasti akan membutuhkan biaya hidup tinggi. Beberapa perusahaan seperti tambang, migas, pertanian, dan masih banyak lagi yang lain, selalu dirangsang oleh pihak luar untuk export, dengan iming iming kalau sudah export perusahaan tersebut sudah wah, sudah top, sudah bias pamer ke perusahaan lain. Akhirnya semua barang diexport ke luar negeri, sebagai contoh Negara Jepang, Jepang punya makanan khas yaitu unagi, padahal jepang sendiri tidak punya unagi, mereka import dari China beberapa persennya, karena China pun tidak mampu mensuplay kebutuhan unagi di jepang, China mendatangkan unagi dari Indonesia, dari daerah Jawa barat, Sedangkan makanan unagi sekarang kembali lagi ke Indonesia dengan bentuk yang agak berbeda. Ada lagi minyak tanah…..kemana minyak tanah sekarang? Padahal kita punya pengeboran sendiri, punya kilang sendiri…..tapi dimana sekarang minyak tanah……..hilang atau sengaja dihilangkan. Dan masih banayk contoh yang lain. Ternyata sebagian dari orang pinter di Negara ini kurang mempunyai rasa nasionalisme, kurang punya rasa peduli dengan Negara, lebih mengutamakan diri sendiri. Masa bodoh dengan urusan orang banyak, yang penting urusan mereka dan kelompoknya lancar dan tidak ada hambatan. Lalu bagaimana nasib orang orang yang tidak bias menjadi seperti mereka..? pantas sajalah dibeberapa kantor selelu ada perselisihan setiap kali ada wacana untuk tugas luar negeri. Selalu berebut untuk ke luara negeri. Meskipun diluar negeri tidak tahu apa yang harus dikerjakan, banyak yang ingin ke sana, dan bahkan hanya jalan jalan saja. Lalu apa gunanya? Itu uang Negara uanag rakyat, apakah kita tega membodohi rakyat dengan alas an ke luar negeri untuk ini dan itu tapi ternyata setelah pulang pertanggung jawabannya terhadap uang yang dpakai tidak ada hasilnya.